Senin, 21 Desember 2009

Bedanya seorang Bos dengan Staft

Dari Milist sebelah..



Bila boss tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten.
Bila staf tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala

Bila boss berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau flexible.
Bila staf berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan

Bila boss bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.
Bila staf bekerja lambat itu berarti dia tidak 'perform'

Bila boss bekerja cepat, itu berarti beliau 'smart'.
Bila staff bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru

Bila boss lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati.
Bila staf lambat memutuskan, itu berarti dia 'telmi'

Bila boss mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
Bila staf mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah

Bila boss terlalu berani ambil resiko, itu berarti beliau risk-taking.
Bila staf terlalu berani ambil resiko, itu berarti dia sembrono

Bila boss tidak berani ambil resiko, itu berarti beliau 'prudent'.
Bila staf tidak berani ambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis

Bila boss mem-by-pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-inovatif.
Bila staf mem-by-pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan

Bila boss curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada.
Bila staf curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking

Bila boss menyatakan : "Sulit" itu berarti beliau prediktif-antisipat if.
Bila staf menyatakan : "Sulit" itu berarti dia pesimistik

Bila boss menyatakan : "Mudah" itu berarti beliau optimis.
Bila staf menyatakan : "Mudah" itu berarti dia meremehkan masalah

Bila boss sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer
Bila staf sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !

Bila boss sering entertainment, itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
Bila staf sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran

Bila boss tidak pernah entertainment, itu berarti beliau berhemat.
Bila staf tidak pernah entertainment, itu berarti dia tidak bisa me-lobby customer

Bila boss men-service atasan, itu berarti beliau me-lobby.
Bila staf men-service atasan, itu berarti dia menjilat

Bila boss sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staf sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas


Bila boss minta fasilitas mewah, itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staf minta fasilitas standar, itu berarti dia banyak menuntut
. . . . . . . . . . . (masih banyak lagi)

Bila boss membuat tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris.
Bila staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia :
- frustasi
- iri thd karir orang lain
- negative thinking
- provokasi
- tidak tahan banting
- barisan sakit hati
- berpolitik di kantor
- tidak produktif
- tidak sesuai dengan budaya perusahaan
- de el el

HA HA HA HA HA...... HAVE A GREAT DAY ReaderS !

Senin, 16 November 2009

Pacar 100 Hari.......

Dari Cerita Tetangga Sebelah..


Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan
apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."

Peter: "kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita
berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang." (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"
Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadipacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"

Peter: "baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa
bulan ke depan."

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini
akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi
maen deh. katanya film itu bagus"

Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya...ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter : "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang
sahabat Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter.
Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya.
Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.
Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan
bintang dalam pelukannya.
Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu
dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang
langit, dan melihat bintang jatuh.
Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter.
Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul
dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter
terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup
lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.
Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal.
Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang"
kemudian peramal itu meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.
Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain.
Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan
tangan,merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah
lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan
sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20 pm
Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. "
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja.
Kamu mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota
hari ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.

15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan
itu adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik.
Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput.
Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat
tetapi terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang
sangat dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai,Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah
99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...

PS:
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.

Rabu, 07 Oktober 2009

Andai saja aku menyadari ini dari dulu.........................

Dari Milist Sebelah :


Pada suatu tempat, hiduplah
seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua
dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang
wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat
masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari
kesalahannya dan mau minta maaf,dia selalu berkata, "Tidak apa-apa,
besok kan bisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar,
mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar
aja.
Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah
sewajarnya.
Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu
salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan
berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan
bisa."
Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi.
Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah
saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak
teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu
bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua
teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang
sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu
sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling
tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.
Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah
lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah,
aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu
dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.Jadi,
waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam
membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk
istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari
pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu
mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya
kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia
tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok
akan mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun
anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada
anak-anaknya.
Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan
waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan,
istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada
rapat.
Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat
istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu",
istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba
menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia
baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi
dengannya.Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya
masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa
lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.
Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang
menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula
disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70.
Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand,dan
negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar
biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal,
hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya.Dia kini merasa
sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata
kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." Kemudian
perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan
airmata dipipinya.

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah
berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda
ternyata telah maju terlalu jauh.

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu
untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin
bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dan cinta dia, jangan tunggu
sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan
memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.

Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan pergi
begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.

Jangan tunda kirim email ini ke sahabat-sahabat anda..... Atau.... masih
ada hari esok......

Selasa, 06 Oktober 2009

Bunda, Maafkan ak Bunda

Dari Milist sebelah ( Icha Putri - Eramuslim )


Hari sudah gelap, semburat merah langitpun telah hilang…..sayup-sayup sepanjang jalan kudengar masjid telah mengumandangkan Adzan Isya….. yach waktu telah Isya, seperti biasa aku baru tiba dirumah.
Diruangan yang cukup redup, nyaman….ruangan yang selalu ada dipikiranku…ruangan yang selalu aku merinduinya, ruang keluarga dirumah. Beliau sudah terlihat sangat lelah…duduk disofa kesayangannya menikmati saat-saat istirahat setelah seharian beliau mempersiapkan segala sesuatunya untuk keluarga tercinta, mempersiapkan makan untuk suami, anak-anak tercinta, pengabdian, pengorbanan mana lagi yang kau anggap kurang, maka pantaslah Tuhan mewakilkan diri-Nya kepada beliau…. “Ridha orang tua adalah Ridha Allah……..
Ibu,………
Mama,……
Posisimu lebih mulia 3 kali dari pada Bapak………..

Maafkan aku mama, ampuni aku mama, aku anakmu yang masih belum bisa berbakti kepadamu,

Perjuanganmu, pengorbananmu, perhatianmu, kasih sayangmu, tidak akan mungkin terbalas olehku…
Pengorbananmu membawa beban berat selama 9 bulan, pertaruhkan nyawa ketika melahirkan aku, merawat aku menyayangi aku, hingga aku bisa seperti ini. Ya Allah sayangi mama seperti sayangnya kepadaku ketika aku kecil, jaga kesehatannya selalu, sampe aku bisa membalas kebaikannya sebanyak mungkin, walapun, tidak mungkin aku bisa membalas jasanya itu.
Apapun akan kulakukan demi membahagiakanmu mama…… kau minta setengah duniaku akan kuberikan mama….. asal engkau bahagia… janglah engkau menangis lagi mama, sudah waktunya mama tersenyum…menikmati kesuksesanku… telah kau bekali aku dengan ilmu, telah kau berikan aku pendidikan yang cukup tinggi, hingga aku bisa seperti ini, mencoba berbakti walaupun jasamu tidak mungkin terbayar dengan seluruh penghasilan aku……

Tapi mama…..kenapa aku rasa ada yang berubah pada dirimu…..bukan kasih sayangmu yang berubah….kasih sayangmu akan tetap abadi…….apakah aku yang berubah mama ?

Dulu mama adalah sahabat, tempat aku berkeluh kesah, tempat aku mengadu, tempat aku bermanja, tempat aku cerita semua yang terjadi sepanjang hari, tapi kenapa sekarang mama selalu menghindar ketika aku akan bermanja-manja, mama selalu menyerahkan semua keputusan kepadaku ketika aku minta pendapat mama, seolah-olah mama telah anggap aku dewasa…….

Mama aku masih butuh tempat bermanja, aku masih butuh saran-saran mama, aku masih butuh tempat untuk semuanya…. Aku mau seperti dulu mama, mama yang menjadi sahabat aku…..mama.

Bukan mama yang berubah, tapi mungkin aku yang berubah….. apa yang harus aku lakukan mama,… ? Mama sekarang terlihat lebih tenang,…tapi bukan tenang aku lebih melihat mama jadi pendiam. Seolah mama tak khawatirkan aku lagi ketika aku pulang malam, mama ga peduli kalo aku pulang terlambat….
Kenapa mama ?
Kenapa ?

Telah begitu besarkan dosaku padamu,
begitu menyakitkan kah perbuatanku akhir-akhir ini …..
mama tolong kasih tau aku….. cerita mama….
Cerita seperti dulu, kita saling bercerita….
Bagaimana aku memahami mama, kalo mama seperti ini……
Bahkah sekarang mama tidak pernah bercerita tentang sakitnya mama…..Aku bersyukur kalo memang mama telah sembuh, tapi aku akan sedih sekali jika mama tahan-tahan skit mama, seolah-olah mama sehat, padahal mama sakit, mama hanya ingin aku tidak sedih…..
Jangan mama, tolong jangan lakukan itu padaku…… aku masih anakmu mama, mama masih tetap sahabatku mama………

Maafkan aku mama……

Selasa, 25 Agustus 2009

Katakanlah Sekarang...

Dari Milist Sebelah.


Lebih baik kumiliki setangkai bunga mungil
Dari kebun seorang sahabat
Dari pada memiliki bunga pilihan ketika hidupku di dunia harus berakhir.

Lebih baik mendengar kata2 yang menyenangkan yang
disampaikan dengan kebaikan kepadaku,
dari pada pujian saat jantungku berhenti berdetak dan hidupku berakhir.

Lebih baik ku miliki senyum penuh kasih dari sahabat2 sejatiku.
Dari pada peti jenazah di kelilingi peti jenazahku.
Ketika pada dunia ini ku ucapkan selamat tinggal.

Bawakan aku semua bungamu hari ini entah merah muda, putih atau merah lebih baik kumiliki yang mekar saat ini daripada satu truk penuh saat aku meninggal

Mengingat hal hal yang baik tentang kawan atau sanak saudara yang telah meninggal pada upacara pemakaman mereka merupakan hal yang tepat.
Tetapi.........
Memberi pujian yang tulus ketika mereka masih hidup adalah jauh lebih baik. pujian itu mungkin merupakan peneguhan yang sangat mereka butuhkan.

Apakah anda berhutang ucapan terima kasih atau penghargaan kepada seseorang ..........?
Jangan menundanya....
Katakanlah hari ini juga
Besok mungkin sudah terlambat........
Tidak pernah terlalu awal untuk mengucapkan
Kata2 baik sebab anda tidak tahu
seberapa cepat itu akan jadi terlambat......

Minggu, 23 Agustus 2009

Ibu............................

Dari milist Sebelah :

Aku ada pasangan hidup sendiri....

Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....ibu


Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu

Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat....ibuku

Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu

Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"

Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku

Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu

Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:

"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada
ibu?
tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun
cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya. .......
Tapi kalau ibu sudah tiada....... ...
IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis
ibunya....

Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di
dapur lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu
segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak
lalu membacanya. Upah membantu ibu:

1) Membantu pergi belanja : Rp 4.000,-
2) Membantu jaga adik : Rp 4.000,-
3) Membantu buang sampah : Rp 1.000,-
4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 2.000,-
5) Membantu siram bunga : Rp 3.000,-
6) Membantu sapu sampah : Rp 3.000,-
Jumlah : Rp 17.000,-

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak , kemudian si ibu
mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
1) Biaya mengandung selama 9 bulan - GRATIS
2) Biaya tidak tidur karena menjagamu - GRATIS
3) Biaya air mata yang menitik karenamu - GRATIS
4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu - GRATIS
5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh
siibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,
"Saya Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis "Telah
Dibayar Lunas" ditulisnya pada muka surat yang sama.


"Jika kamu menyayangi ibumu, "forward" kanlah Email ini kepada sahabat-
sahabat anda.

1 orang : Kamu tidak sayangkan ibumu
2-4 orang : Kamu sayang ibumu
5-9 orang : Bagus! Sayang juga kamu kepada Ibumu
10/lebih : The Best! Kamu akan disayangi Ibumu

Senin, 03 Agustus 2009

Demam Facebook

Dari milist sebelah :



Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang
Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah.
Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan
sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya.
Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja,
seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya

Karena penasaran, diriku pun bertanya

"Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama
pelanggannya "Son.. mie ayamnya siji maning sooon.."), sedang apa kok asik
bener di pojokan?" tanyaku

"Eh mas ganteng...( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : Orangnya
suka bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!..."

WADEZIG!!

"weehhh... njenengan fesbukan juga to??" tanyaku heran

"Ya iyalah mas... hareee geneee ga fesbukan?!.. .
Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata pak
Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang kita harus selalu melakukan
diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mass.. "

GLEK!! kalah gw
Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo ada yg namanya Hermawan
Kereta Jaya


"emang mas statusnya apa?" tanyaku penasaran

"nih mas aku bacain :
Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah,
beli empat gratis timbang badan... takutnya anda obesitas...
segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi..
Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati... ampela, usus dan jeroan ayam
lainnya.."

GUBRAK!!
Dua kosong untuk mas jason...
Gw yg uda lama fesbukan aja ga bisa bikin status se atraktif dia..

Tapi ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake
aku kira henponnya blekberi atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake
internetan
Selidik punya selidik, ternyataa... henponnya lawas bin jadul...
HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar
kayak radio AM

"mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasa
halusnya henpon lawas)
Gimana caranya??

"Owwh.. gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke
Tri? jawab dia datar

"Ohh.. mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?"

" Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati...
Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24
Jam!
Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status
saya,
Lha wong dia tiap hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai
balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali... murah to..."

Mendadak kepalaku pusing
Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga,
aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas jason...
BRUK!!

"lho mas.. mas... jadi beli mie ayam ndak...kepriben iki?"


UPDATE STATUS GRATIS
PAKE TRI

MAU MAU MAU ???

Rabu, 15 Juli 2009

Meredam Kemarahan ( Cerita Se Ekor Kepiting )

Dari Milist Sebalah :


Anda suka kepiting??? Atau tidak suka kepiting??? Atau suka kepiting tetapi tidak mau makan kepiting????

Cerita teman saya ini sebaiknya anda baca, karena cocok bagi yang suka kepiting maupun yang tidak suka kepiting termasuk juga cocok bagi yang tak mau kepiting.......

Beberapa tahunyang lalu, kalau tidak salah tahun 1986,saya berkunjung ke kota Pontianak, teman saya disana mengajak saya memancing kepiting...

Bagaimana cara memancing kepiting?
Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, di ujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil.

Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting yang kami incar, kami mengganggu kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka kepiting itu akan menggigit tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami ini dengan air mendidih karena di bawah wajanitu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.

Kami celupkan kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika kepiting melepaskan gigitan dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati kepiting rebus yang sangat lezat.

Kepiting itu menjadi korman santapan kami karena mekarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena : “ Marah “

Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakuka penundaan dua tiga detik dengan menarik nafas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda

Selasa, 07 Juli 2009

Pelajaran Hidup --> Cerita Tentang Katak Kecil

Dari Milist Sebalah :



Pada suatu hari ada segerombol kata – katak kecil,............
Yang menggelar lomba lari,........tujuannya adalah mancapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara uantuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta..

Perlombaan dimulai...........
Secara jujur......: tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara itu


Terdengar suara :
“ Oh, jalannya terlalu sulitttttttt?!” Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak “


atau : “ tidak ada kesempatan untuk berhasil.........Menaranya terlalu tinggiii....!

Katak2 kecil mulai berjatuhan, satu persatu.......
..............kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan lahan semakin tinggi...........dan semakin tinggi

Penonton terus bersorak
“ Tterlalu sulitt!!! Tak seorang pun akan berhasil!!”

lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah...........
..............tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggii........
Dia tak akan menyerah!

Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katakkecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!’

SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya.............?

Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan?

Ternyata :.....

Katak yang menjadi pemenang itu TULI !!!!!

Kata bijak dari cerita ini adalah :
“ jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderugnan negatif ataupun pesimis.....
.............karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu...

Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada
Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengarui perilakumu!

Karena itu :
Tetap selalu ............ POSITIVE ...............


Dan yang terpenting

Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!

Selalu berfikirlah :......! can do this

Kirim pesan ini kepada minimal 5 temanmu. Berikan meraka motivasi, karena teman yang baik adalah teman yang bisa saling memebri motivasi satu sama lain.

Kamis, 02 Juli 2009

Garam dan Telaga....

Dari Milist Sebelah :


Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang baik. Pada suatu pagi datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air, ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “coba, minum ini dan katakan bagaimana rasanya......”, ujar pak tua itu.

“ pahit, pahit sekali.” Jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak tua itu, sedikit tersenyum. Ia lalu megnajak tamunya ini untuk berjalan ketepi telaga didalam hutan dekat tempat tinggalnya.

Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelobang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “ coba ambil air dari telaga itu, “ pak tua berkata “ bagaimana rasanya?”

“ segar.”, sahut tamunya. “ apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya pak tua lagi. “ Tidak”, jawab si anak muda .

Dengan bijak pak tua itu menepuk nepuk punggung si anak muda , ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu,” anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang, jumlah dan rasanya pahit itu adalah sama dan memaang akan tetap sama “. “ tapi kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita milik. Kepahitan itu akan didasarkan dari peraqsaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita,
Jadi saatkamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu “

Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “ hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadika hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan,”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu dan pak tua si orang bijak itu kembali menyimpan “ segenggam garam” untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Selasa, 30 Juni 2009

Belajar Menulis Di Atas Pasir

Dari Milist Sebelah :


Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan meintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar,san salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar merasakan sakit hati, tapi dengan tanpa kata2 dia menulis diatas pasir, “ hari ini sahabat terbaikku menampar pipiku”

Mereka terus berjalan sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil di selamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulaisiuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis disebuah batu, “ hari ini sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku “
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya tadi pertanya “kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulsinya diatas pasir? Dan sekarang kamu menulis diatas batu?”

Temannya sambil tersenyum menjawab.”ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan meghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita agar tidak bisa hilang tertiup angin”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menuluis diatas pasir yang belum tercampur semen tentunya.

Minggu, 28 Juni 2009

Mandikan Aku Bunda..........

Dari milist sebelah :


Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.

Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya.

Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? '' Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon.

Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu,
tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak. ''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.

Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak
dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap.
Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!'' kian
lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.''

Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya. Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpankomitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.

Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?'' Saya diam saja.

Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.

Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.


 Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
 Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.
 Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu.
 Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.

Rabu, 10 Juni 2009

6 Tahun Yang Lalu

6 tahun.......



Banyak hal yang kami lalui bersama
" Keluarga Besar Kendho Solo "


Di depan Basecamp Kendho Pala, Persiapan di mo ke Lawu


Turun Gunung Merapi


Kendho Pala, JeckBoy, Muthil, Ecko, ConkCui, Junet, Susiloa, Surrone.


Acktion in Lawu


KBKS ( Keluarga Besar Kendho Solo )


" Subkhanallah...." Begitu sempurnanya Ciptaan Allah SWT....


Happy New Year....


Crew Girl IMKA


Crew Boyz IMKA


Happy B'Day inthe X urang...


Kebersamaan Crew IMKA

Kedamaian Hati, Kedamaian Sejati


Moga bermanfaat :


Seorang raja mengadakan sayembara dan akan memberikan hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukiskan tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya dua likusan yang benar-benar paling disukainya, tetapi sang raja harus memilih satu diantara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang, permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung2 yang tenang menjulang mengitarinya. Diatasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak arak. Semua yang memangdang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pengunungan juga, namun nampak kasar dan gundul diatas terlukis langit yang gelap dam merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar nyambar liar. Disisi gunung ada air terjun deras berbuih buih, sama sekali tidak menandakan ketenangan dan kedamaian, tapi sang raja melihat sesuatu yang menarik, dibalik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Didalam semak2 itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya, jadi ditengah tengah riuh tendahnya air terjun, seekor induk pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Bener-bener damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?
Sang raja memilih lukisan nomor dua...........


Tahukah anda mengapa?
Karena jawab sang raja
“ kedamaian bukan merarti anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk.
Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa. Kedamaian hati adalah kedamian sejati”

Senin, 08 Juni 2009

Membahagiakan Ayah & Ibu


Bahkan seorang anak berusia
7 tahun melakukan yang terbaik untuk........


Di sebuah kota California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar Bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama little league. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan,ia lebihbanyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir disetiap pertandingan untuk bersorak danmemberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.

Kehidupan Sherri collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti carita dalam buku-buku roman.namun, keadaan itu hanya berlangsung sampaipada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun.

Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu,ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasanya dilakukannya pada malam hari.

“ Aku tidak akanmenikahlagi,” kata Sherri kepada ibunya. “ tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia”. “ kau tidak perlu menyakinkanku,” sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda danselalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. “Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istinewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka Pergi, akan lebih baik bagi yag ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.

Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidaksendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke.apapun masalah yang dihadapi anaknya,Sherri selalu memberi dukungan sehingga Luke akan selalu berdikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.

Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak – sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. “ Pelatih”, panggilnya. “ Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini penting bagiku. Aku mohon?”.

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke.luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportifitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalambeberapa hari ini.

“Tentu,” jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian di tariknya topi merah Luke. “ Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang,lakukan pemanasan dahulu.” Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu,ia bermain dengan seenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run danmencetak dua single, Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.

Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menatik Luke ke pinggir lapangan. “ pertandingan yang sangat mengagumkan,” katanya kepada Luke. “aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?”


Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air maata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan,ia berkata “Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu. Minggu lalu..........ibuku meninggal.” Luke kembali menangis. Kemudian Luke menghapus air matanya,dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata “ hari ini,............hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidakakan mengecewakan mereka.................”. Luke kembali mengangis terisak-isak.



Sang pelatih sadah bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hati ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untukmenenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-toba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, ait mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak..............

Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bakwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bakhan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya..................Luke baru saja kehilangan seorang ibu yang begitu mencintainya................


Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya m,asih ada, saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orang tuanya, membahagiakan mereka. Membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya.................


Hikmah yang dapat kita renungkan dari kisah
Luke yang HANYA berusia 7 TAHUN

Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibu kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ayah dan ibu, dengan mengisi hari-hari mereka dengan kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi dan hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur untuk membuat mereka bangga dengan kita. Bukaanya melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji, yang membuat mereka malu. Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaanya mereka yang terbesar. Bakhan seorang anak yang berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya walau mereka sudah pergiuntuk selama-lamanya.
Bagaimana dengan anda? Berapakah usia anda saat ini??
Apa yang telah kita berikan kepada orang tua kita selama ini??

Minggu, 07 Juni 2009

Pengorbanan Seorang Ibu


Semoga bermanfaat ;



Pada suatu hari terlahirlah seorang anak perempuan yang sangat mungil, lucu, imut ......
lahir dari keluarga yang sangat sederhana dengan kelahiran bayi tersebut cukup sudah penantian seorang janda yang di tinggal suaminya.
Dirawatlah bayi tersebut dengan penuh rasa kasih sayang seorang Ibu. hari demi hari, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun bayi tersebuh tumbuh dewasa dengan wajah yang begitu cantik. dengan wajah yang di milikinya itu membuat gadis tersebut bahagia, tapi kebahagiannya itu dia selalu di ejek oleh temen2 di sekolahnya. disekolah gadis itu pandai selalu mendapatkan hasil yang bagus, tapi oleh teman - temannya dia selalu di ejek bahwa walaupun dia cantik, pintar tapi sayang dia anak dari seorang janda yang buta.
di setiap harinya gadis itu selalu di ejek, dimanapun ia berada bahwa ia anak dari janda yang buta. dengan keadaan seperti itu gadis tadi menjadi pemarah benci kepada ibunya mengapa ia di lahirkan oleh seorang wanita yang buta.
Setelah beranjak dewasa gadis tersebut kabur dari rumah pergi ke Ibu kota. di sana ia bercita - cita menjadi seorang artis. dengan berbagai cara akhirnya gadis tersebut tercapai keinginannya menjadi artis terkenal ibu kota.
Di desa yang di tinggalkannya tersebut seorang ibu yang buta mendengan kabar yang membahagiakan, bahwa anaknya selama ini yang kabur dari rumah telah berhasil dalam hidupnya. hidup di ibu kota dengan kekayaannya yang semakin melimpah.
Suatu saat ibu buta tapi kangen dengan anaknya. di suruhnya seorang teman semasa kecil gadis tadi untuk menyampaikan keinginan ibunya bertemu dengannya. berangkatlah teman tadi ke ibukota untuk mencari artis tadi, dengan susah payah akhirnya ketemu dan menyampaikan amanah dari ibu yang menunggu nan jauh disana.
Teringat akan keadaan ibunya gadis tadi marah, tidak mengakui ibu tersebut karena kebutaannya. dia takut kalau pamornya jatuh hanya karena ibunya buta. di usirnya teman tapi di suruh balik ke kampung untuk mengabarkan kepada ibunya bahwa ia tidak sudi mempunyai seorang ibu yang buta. hari berganti hari bertambah sukses gadis tadi menjadi artis. tetapi di tempat yang jauh di sana seorang ibu jatuh sakit karena teringat akan anak gadisnya yang tidak mau mengakui bahwa ia adalah ibunya. teman tadi berangkat lagi ke Ibukota untuk mengabari bahwa ibunya jatuh sakit dan ingin bertemu dengannya, tapi ia tetap kukuh tidak mau pulang dan tidak mengakuinya. pulanglah teman tapi dengan hasil yang nihil.
Suatu saat di desa tempat asal artis tadi diadakan reuni untuk SMAnya dengan hati yang sangat berat artis tadi datang menghadiri reuni tersebut, mendengar kabar bahwa artis tadi mau pulang ke kampung halamannya ibu buta tadi bertambah parah sakitnya dan menyuruh seorang teman untuk menemui artis tersebut untuk menyampaikan bahwa ibunya bertambah parah.
namun, artis tersebut tetep pada pendiriannya yaitu tetap tidak mengakui bahwa ia ibunya.
kembalilah seorang teman tadi menghadap seorang ibu yang buta disampaikanya apa yang terjadi pada artis tersebut, ibu buta tadi sudah tidak kuat menahan sakitnya dan diakhir hidupnya dia sempet mengambil sebuah peti kecil dan disampaikannya ke seorang teman berpesan tolong sampaikan peti kecil ini ke artis tersebut dan jangan dibuka oleh orang lain harus di buka sendiri oleh artis tersebut.
sampailah peti kecil tersebut di tangan artis yang sombong itu. di dalam kamar penginapan yang ia sewa dengan tangan yang bergetar di bukannya pelan - pelan peti kecil itu
di dalam peti ada secarik kertas dan foto - foto.
dari isi surat tersebut
" Anakku, beberapa tahun yang lalu kamu lahir dengan selamat, semuanya bergembira dengan kelahirannmu. tapi sayang ada kekurangann pada dirimu kamu tidak mempunyai sepasang mata. dengan keikhlasan ibu, ibu berkorban untukmu, ibu korbankan mata ibu untukmu sayang.. setelah besar jadilah anak yang berguna bisa membantu ibu yang seorang janda ini.
ini juga ada foto - foto sewaktu kamu lahir dan waktu ibu operasi untuk mengambil mata ibu untukmu......"
belum selesai artis tadi membaca surat tersebut dengan surat masih di tangan lemaslah gadis itu dan menjerit sangat kerasnya. ternyata mata yang selama ini dia pake adalah mata seorang ibu......
Dengan hati yang masih kacau campur aduk rasanya gadis itu berlarian mencari alamat ibunya ....
setelah sampai di sebuah rumah yang mana sudah banyak orang di sana dan dipasanglah beberapa bendera berwarna merah, setelah masuk rumah didapatinya jenazah yang sudah berkafan...

Bagi temen - temen semua yang masih mempunyai seorang Ibu, berbuatlah apa sajalah untuk membahagiankan ibu kita dan juga ayah kita.....

Jumat, 05 Juni 2009

Keluarga Besar Kendho Solo

maap blm da isinya....

Da yg mau ngisi g, terutama kendho boys yg aktif

Banyak lo Organisasi Kendho

1. Kendho Boys
Kendho Boys di sematkan kepada semua anggota Keluarga Besar Kendho khususnya bagi yang laki - laki

2. Kendho Girl
Kendho Girl di sematkan kepada semua anggota Keluarga Besar Kendho khususnya bagi yang Peyempuyan

3. Kendho Pala

4. Kendho Yo Band
5. Islamic Kendho
6. Gang Kendho
7. Kendho FM
8. Tabloid Kendho News
9. Kendho Comp
10. Kendho Cell
11. Apartement Kendho

Selasa, 02 Juni 2009

Sebuah Ketulusan

Dari milist sebelah :



Ini suatu kisah nyata, pada suatu ketika ada seorang pemuka agama miskin berinisial nama R.A yang memiliki kakak seorang milyuner.

Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual
padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu si kakak menjadi kaya raya. Setelah itu kakak tersebut menanam saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar.

Kini dia tinggal di apartemen mewah di
New York dan memiliki kantor di Wallstreet. Pada akhir tahun, kakaknya menghadiahi adiknya sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap.

Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobil tersebut dengan penuh kekaguman.

"Hai.. nak" sapa R.A.

Anak itu melihat padanya dan bertanya "Apakah ini mobil Tuan?"

"Ya," jawab R.A singkat.

"Berapa harganya Tuan?"

"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".

"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?" Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran.

"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya"

Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam, "Seandainya....seandainya...."

R.A mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu.

"Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku."

Ternyata R.A salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya: "Seandainya...
seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu....."

Dengan masih terheran-heran R.A. mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya. Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya.

Sampai satu kali anak itu berkata,"Tuan bersediakah mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari sini".

Sekali lagi R.A. mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.
"Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil
mewah
." pikirnya.

"OK, mengapa tidak", kata R.A. sambil menuju arah rumah anak itu.

Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada R.A. untuk berhenti sejenak,
"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali". Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot.

Setelah menunggu hampir sepuluh menit, R.A. mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu.

Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah
tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:

"Lihat... seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu".

Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat R.A tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya.

Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu. Kisah ini diambil dari sebuah kisah nyata yang ditulis dalam sebuah buku "Stories for the family's heart" by Alice Gray

Sabtu, 30 Mei 2009

Kenangan


4 tahun lalu rasa kebersamaan begitu terasa.......

4 tahun lalu merupakan peristiwa di mulainya hidup baru.....

4 tahun lalu banyak yang berpengaruh di dalam diri kita....

Senin, 18 Mei 2009

Tips Menggunakan Facebook

Dari milist sebelah
"Tips pakai Facebook"

Walaupun saya setuju dengan pemakaian Facebook, tapi saya ingatkan
rekan-rekan untuk berhati-hati karena seperti MySpace dan juga
jaringan social network lainnya, Facebook saat ini "diserbu" oleh
orang-orang jahat dan jahil. Berikut beberapa kasus di internet
akhir-
akhir ini yang perlu kita waspadai:

1. Facebook saat ini mulai digunakan untuk menipu (sebagaimana juga
e-mail). Salah satu modusnya adalah sepertinya seorang sahabat minta
bantuan uang. Karena bentuknya berbeda dengan penipuan di e-mail,
maka beberapa orang bisa terkecoh.

2. Facebook saat ini relatif mudah untuk dimasuki oleh Spyware.
Bentuknya sering tidak tersangka-sangka karena tampak mukanya
mirip aplikasi facebook.

3. Seperti e-mail, Facebook sekarang juga mulai diserbu oleh Spam.

4. Facebook ternyata sangat terbuka. Banyak pemakai lupa bahwa apa
yang ditulis oleh salah seorang "teman" kita, bisa juga terbaca
oleh semua "teman-teman" kita lainnya (ini tidak ada di aplikasi
e-mail). Sehingga terjadi kasus-kasus salah pengertian seperti
kasus di Koran terkemuka New york post. Seseorang bisa tahu tentang
diri kita dengan melihat membership kita dalam berbagai group.

5. Terkadang kita dengan senang hati menambah ("add") friend, tapi
jangan lupa bahwa dengan menambah friend tersebut, berarti mereka
bisa melihat data-data pribadi kita (ini tidak ada di aplikasi
e-mail). Better Business Bureau di Amerika mengeluarkan warning
untuk ini.

6. Ternyata foto-foto kita menjadi milik Facebook untuk selamanya.

Mohon hati-hati!

Saya juga ingin memberikan berbagai saran untuk melakukan pengamanan
dalam memakai Facebook.

Berikut beberapa saran-saran saya:

1. Jangan terlalu detail memberikan informasi di bagian "INFO"
seperti tanggal lahir dengan lengkap (mungkin hilangkan tahunnya),
alamat yang sebenarnya tidak usah dicantumkan, lalu menikah dengan
siapa dll. Karena informasi ini bisa-bisa dipakai oleh seseorang
untuk, misalnya, mengkonfirmasi credit card Anda.

2. Hati-hati menulis di "WALL". Jangan menulis di wall hal-hal yang
sifatnya pribadi atau sensitif, karena tulisan Anda akan
di-broadcast ke seluruh teman-teman Anda dan akan menjadi permanen
terpampang di wall teman Anda tsb.
Gunakan fasilitas message (seperti e-mail) atau chat kalau ingin
berkomunikasi secara pribadi. Ibaratnya, menulis di Wall berarti
Anda sedang menulis di tembok pinggir jalan (semua orang akan
bisa baca).

3. Jangan sembarangan untuk join pada berbagai "CAUSES" karena akan
membuka teman-teman baru yang mungkin tidak Anda kenal secara dekat,
kecuali memang ini tujuan Anda.

4. Sewaktu menambah teman, harap hati-hati dalam mengkonfirmasi
('CONFIRM"). Re-check siapa yang merekomendasi atau siapa saja
teman-teman bersamanya (common friends).

5. Jangan terlalu banyak memakai fasilitas-fasilitas aplikasi
("APPLICATION") Facebook, karena kita bisa saja terkecoh mana yang
aplikasi Facebook resmi dan mana yang bukan (Spyware). Selain itu,
kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh software-software
aplikasi tersebut setelah mengambil data-data pribadi kita.

6. Upload foto-foto ("PHOTOS") yang kira-kira tidak akan mempunyai
dampak negatif di kemudian hari.

7. Download any spyware program (cari yang gratis saja) dan lakukan
sweeping secara rutin.

Anyway .. I still think Facebook is so much fun, but please take
some precaution.

Kamis, 07 Mei 2009

Buku Tabungan

Dari milist sebelah
"Perjalanan Hidup"

Priya menikah dengan Hitesh. Pada pesta pernikahan, ibu Priya memberinya sebuah buku tabungan.

Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rs.1000 (Rp 246.000).

Dia berkata, "Priya, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku catatan dari kehidupan pernikahanmu.
Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang bisa dikenang, masukkan sejumlah uang tabungan di dalamnya.
Tulis kejadian yang kamu alami di baris catatan yang ada di sampingnya.
Semakin besar kenangan terhadap peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar.
Ibu sudah melakukan di awal pernikahanmu ini.. Lakukan selanjutnya bersama Hitesh.
Saat kamu melihat kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa bahagianya kehidupan pernikahan yang kamu miliki."

Priya memberitahukan hal ini kepada Hitesh setelah pesta usai.

Mereka berdua setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar menanti saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan. dalam buku itu.

Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu :
- 07 Februari : Rs 100 (Rp 24.600), perayaan ultah pertama untuk Hitesh setelah menikah.
- 01 Maret : Rs 300 (Rp 73.800), gaji Priya naik
- 20 Maret : Rs 200 (Rp 49.200), berlibur ke Bali
- 15 April : Rs 2.000 (Rp 492.000), Priya hamil
- 1 Juni : Rs 1,000 (Rp 246.000), Hitesh dipromosikan ...
dan seterusnya ...

Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat dan bertengkar untuk hal-hal yang sepele.

Mereka saling diam. Mereka menyesal telah menikahi orang yang paling buruk di dunia ... tidak ada lagi cinta .... sesuatu yang sangat tipikal di masa ini.

Suatu hari Priya berkata pada ibunya, "Ibu, kami tidak bisa bertahan lagi.
Kami setuju untuk bercerai. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah memutuskan menikah dengan orang ini !"

Ibunya menjawab, "Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah tidak bisa bertahan. Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong lakukan hal ini. Ingat buku tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan kalian? Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis.
Kamu tidak bisa terus menyimpan catatan di buku tabungan itu untuk sebuah pernikahan yang buruk."

Priya berpikir bahwa itu benar. Jadi dia pergi ke bank, menunggu di antrian dan berencana menutup buku tabungan itu.

Ketika menunggu, dia melihat catatan yang ada di buku tabungan di tangannya.

Dia melihat, melihat, dan melihat.

Kemudian ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah lewat muncul kembali di pikirannya.

Air mata menggenang dan berurai di pipinya. Kemudian dia bergegas meninggalkan bank dan pulang.

Ketika sampai di rumah, Priya memberikan buku tabungan itu pada Hitesh,
dan memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu sebelum mereka bercerai.

Hari esoknya, Hitesh mengembalikan buku tabungan itu pada Priya.

Dia menemukan tambahan tabungan sebesar Rs 5000 (Rp 1.230.000) dengan catatan di dalam buku tabungan:
"Ini adalah hari dimana saya menyadari betapa saya mencintaimu sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati. Betapa besar kebahagiaan telah kamu bawa untukku."

Mereka berdua berpelukan dan menangis, dan meletakkan buku tabungan itu kembali di tempat semula.

Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat mereka pensiun?

Saya percaya uang bukan masalah lagi setelah mereka berhasil melalui
tahun-tahun yang indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka.

* * * * *

"Saat engkau jatuh, jangan melihat tempat di mana kamu jatuh, tetapi
lihatlah tempat di mana kamu mulanya tergelincir. "

= Hidup adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan =

Sebuah Perenungan

Dari milist sebelah

"Mahalnya karier seorang Ibu.."


Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah Perusahaan
multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang
berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka
saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan
menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.

Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru
saja meninggal karena overdosis narkotika.
Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih
terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan
karena memikirkan musibah ini.

Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan Sekarang
masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa
sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya
harapkan.

Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah
pembantu kami.

Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba.

Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak
Begitu hebat pada putri kami.

Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah
ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2
tahun.

Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri.

Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia
meninggal.

Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku
hariannya berisi hal ini.

Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname di
rumah sakit selama 3 minggu)

Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya "Hari ini Mama
sakit di Rumah sakit" , hanya itu saja.

Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul.

Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya.

Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya.

Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang
keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka.

Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian, bahkan mungkin
lebih.

Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkan
urusan mereka.

Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun
sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tiba
saya dan suami sudah seperti "robot" yang terprogram untuk urusan kantor.

Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti
bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu
terlalu kuno cara berpikirnya.
Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6
orang anaknya.

Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangat
baik.

Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan
penghasilan.

Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau
mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan
hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya
sekolah tinggi-tinggi? .

Meski sebenarnya suami saya juga seorang yang cukup mapan dalam karirnya
dan penghasilan.

Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada
Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti
asal urusan kantor dan karir fokus saya.

Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka,
toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan "kualitas pertemuan
dengan anak lebih penting dari kuantitas" selalu menjadi patokan saya.

Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan begitu
cepat sebelum saya sempat tersadar.

Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba.

Dan saya tidak mengetahuinya! !! Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini
selalu terngiang di telinga.

Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan
kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia
ditinggal mati suaminya .. Namun karena Maya dan Doni keberatan maka
akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami.

Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya.
Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi ,
setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah meninggal
dunia di Rumah Sakit.

Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari
rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit.

Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore
untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk
stadium 4 kankernya.

Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya
kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu
kandungnya!
menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja
ke dunia.

Tragis !

Dan sebuah foto "keluarga" di dinding kamar Maya sering saya amati Kalau
lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa
bik Inah.

Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas
sebagai
kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar di
pesantren.

Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia
paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya.

Dan difoto "keluarga" itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum
bersama.

Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya
itulah foto terakhirnya.

Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat
merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta.

Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat
dengan urusan kantor.

Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah.

Maya menulis :
"Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin
Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau
pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang Maya
cerita kalau lagi kesel di
sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur....... ...Ya Tuhan ,
Maya kangen banget sama bik Inah" bukankah itu seharusnya tugas saya
sebagai ibunya, bukan bik Inah ?

Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambat
tidak mungkin bisa kembali,

seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja
untuk itu.

Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya
pemeran
utamanya. Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.

Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi
sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran
darinya.

Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang
beratnya.

Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan "prioritas hidup
dan tidak salah dalam memilihnya"
. Biarkan saya seorang yang mengalaminya.

Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy untuk
menentramkan hati saya.

Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua.

Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena
itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapi
inilah faktanya.

Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya.

Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni.

Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya pada
saya.

Dan disetiap berdoa saya selalu memohon "YA Tuhan seandainya Engkau akan
menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Tuhan,
biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram
di sisiMu".

Semoga Tuhan mengabulkan doa saya.


Because I Mom