
Semoga bermanfaat ;
Pada suatu hari terlahirlah seorang anak perempuan yang sangat mungil, lucu, imut ......
lahir dari keluarga yang sangat sederhana dengan kelahiran bayi tersebut cukup sudah penantian seorang janda yang di tinggal suaminya.
Dirawatlah bayi tersebut dengan penuh rasa kasih sayang seorang Ibu. hari demi hari, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun bayi tersebuh tumbuh dewasa dengan wajah yang begitu cantik. dengan wajah yang di milikinya itu membuat gadis tersebut bahagia, tapi kebahagiannya itu dia selalu di ejek oleh temen2 di sekolahnya. disekolah gadis itu pandai selalu mendapatkan hasil yang bagus, tapi oleh teman - temannya dia selalu di ejek bahwa walaupun dia cantik, pintar tapi sayang dia anak dari seorang janda yang buta.
di setiap harinya gadis itu selalu di ejek, dimanapun ia berada bahwa ia anak dari janda yang buta. dengan keadaan seperti itu gadis tadi menjadi pemarah benci kepada ibunya mengapa ia di lahirkan oleh seorang wanita yang buta.
Setelah beranjak dewasa gadis tersebut kabur dari rumah pergi ke Ibu kota. di sana ia bercita - cita menjadi seorang artis. dengan berbagai cara akhirnya gadis tersebut tercapai keinginannya menjadi artis terkenal ibu kota.
Di desa yang di tinggalkannya tersebut seorang ibu yang buta mendengan kabar yang membahagiakan, bahwa anaknya selama ini yang kabur dari rumah telah berhasil dalam hidupnya. hidup di ibu kota dengan kekayaannya yang semakin melimpah.
Suatu saat ibu buta tapi kangen dengan anaknya. di suruhnya seorang teman semasa kecil gadis tadi untuk menyampaikan keinginan ibunya bertemu dengannya. berangkatlah teman tadi ke ibukota untuk mencari artis tadi, dengan susah payah akhirnya ketemu dan menyampaikan amanah dari ibu yang menunggu nan jauh disana.
Teringat akan keadaan ibunya gadis tadi marah, tidak mengakui ibu tersebut karena kebutaannya. dia takut kalau pamornya jatuh hanya karena ibunya buta. di usirnya teman tapi di suruh balik ke kampung untuk mengabarkan kepada ibunya bahwa ia tidak sudi mempunyai seorang ibu yang buta. hari berganti hari bertambah sukses gadis tadi menjadi artis. tetapi di tempat yang jauh di sana seorang ibu jatuh sakit karena teringat akan anak gadisnya yang tidak mau mengakui bahwa ia adalah ibunya. teman tadi berangkat lagi ke Ibukota untuk mengabari bahwa ibunya jatuh sakit dan ingin bertemu dengannya, tapi ia tetap kukuh tidak mau pulang dan tidak mengakuinya. pulanglah teman tapi dengan hasil yang nihil.
Suatu saat di desa tempat asal artis tadi diadakan reuni untuk SMAnya dengan hati yang sangat berat artis tadi datang menghadiri reuni tersebut, mendengar kabar bahwa artis tadi mau pulang ke kampung halamannya ibu buta tadi bertambah parah sakitnya dan menyuruh seorang teman untuk menemui artis tersebut untuk menyampaikan bahwa ibunya bertambah parah.
namun, artis tersebut tetep pada pendiriannya yaitu tetap tidak mengakui bahwa ia ibunya.
kembalilah seorang teman tadi menghadap seorang ibu yang buta disampaikanya apa yang terjadi pada artis tersebut, ibu buta tadi sudah tidak kuat menahan sakitnya dan diakhir hidupnya dia sempet mengambil sebuah peti kecil dan disampaikannya ke seorang teman berpesan tolong sampaikan peti kecil ini ke artis tersebut dan jangan dibuka oleh orang lain harus di buka sendiri oleh artis tersebut.
sampailah peti kecil tersebut di tangan artis yang sombong itu. di dalam kamar penginapan yang ia sewa dengan tangan yang bergetar di bukannya pelan - pelan peti kecil itu
di dalam peti ada secarik kertas dan foto - foto.
dari isi surat tersebut
" Anakku, beberapa tahun yang lalu kamu lahir dengan selamat, semuanya bergembira dengan kelahirannmu. tapi sayang ada kekurangann pada dirimu kamu tidak mempunyai sepasang mata. dengan keikhlasan ibu, ibu berkorban untukmu, ibu korbankan mata ibu untukmu sayang.. setelah besar jadilah anak yang berguna bisa membantu ibu yang seorang janda ini.
ini juga ada foto - foto sewaktu kamu lahir dan waktu ibu operasi untuk mengambil mata ibu untukmu......"
belum selesai artis tadi membaca surat tersebut dengan surat masih di tangan lemaslah gadis itu dan menjerit sangat kerasnya. ternyata mata yang selama ini dia pake adalah mata seorang ibu......
Dengan hati yang masih kacau campur aduk rasanya gadis itu berlarian mencari alamat ibunya ....
setelah sampai di sebuah rumah yang mana sudah banyak orang di sana dan dipasanglah beberapa bendera berwarna merah, setelah masuk rumah didapatinya jenazah yang sudah berkafan...
Bagi temen - temen semua yang masih mempunyai seorang Ibu, berbuatlah apa sajalah untuk membahagiankan ibu kita dan juga ayah kita.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar