Rabu, 10 Juni 2009

Kedamaian Hati, Kedamaian Sejati


Moga bermanfaat :


Seorang raja mengadakan sayembara dan akan memberikan hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukiskan tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya dua likusan yang benar-benar paling disukainya, tetapi sang raja harus memilih satu diantara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang, permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung2 yang tenang menjulang mengitarinya. Diatasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak arak. Semua yang memangdang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pengunungan juga, namun nampak kasar dan gundul diatas terlukis langit yang gelap dam merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar nyambar liar. Disisi gunung ada air terjun deras berbuih buih, sama sekali tidak menandakan ketenangan dan kedamaian, tapi sang raja melihat sesuatu yang menarik, dibalik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Didalam semak2 itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya, jadi ditengah tengah riuh tendahnya air terjun, seekor induk pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Bener-bener damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?
Sang raja memilih lukisan nomor dua...........


Tahukah anda mengapa?
Karena jawab sang raja
“ kedamaian bukan merarti anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk.
Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa. Kedamaian hati adalah kedamian sejati”

1 komentar:

  1. Hanya kepada Allah SWT kita tawakkal dan berserah diri, maka kedamaian sejati akan senantiasa bersama kita.

    BalasHapus