Dari milist sebelah :
Ini suatu kisah nyata, pada suatu ketika ada seorang pemuka agama miskin berinisial nama R.A yang memiliki kakak seorang milyuner.
Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual
Kini dia tinggal di apartemen mewah di
Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobil tersebut dengan penuh kekaguman.
"Hai.. nak" sapa R.A.
Anak itu melihat padanya dan bertanya "Apakah ini mobil Tuan?"
"Ya," jawab R.A singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?" Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya"
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam, "Seandainya....seandainya...."
R.A mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu.
"Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku."
Ternyata R.A salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya: "Seandainya...
seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu....."
Dengan masih terheran-heran R.A. mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya. Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya.
Sampai satu kali anak itu berkata,"Tuan bersediakah mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari sini".
Sekali lagi R.A. mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.
"Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil
mewah." pikirnya.
"OK, mengapa tidak", kata R.A. sambil menuju arah rumah anak itu.
Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada R.A. untuk berhenti sejenak,
"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali". Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot.
Setelah menunggu hampir sepuluh menit, R.A. mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu.
Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah
tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:
"Lihat... seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu".
Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat R.A tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya.
Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu. Kisah ini diambil dari sebuah kisah nyata yang ditulis dalam sebuah buku "Stories for the family's heart" by Alice Gray

Tidak ada komentar:
Posting Komentar