Rabu, 07 Oktober 2009

Andai saja aku menyadari ini dari dulu.........................

Dari Milist Sebelah :


Pada suatu tempat, hiduplah
seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua
dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang
wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat
masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari
kesalahannya dan mau minta maaf,dia selalu berkata, "Tidak apa-apa,
besok kan bisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar,
mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar
aja.
Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah
sewajarnya.
Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu
salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan
berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan
bisa."
Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi.
Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah
saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak
teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu
bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua
teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang
sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu
sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling
tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.
Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah
lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah,
aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu
dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.Jadi,
waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam
membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk
istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari
pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu
mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya
kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia
tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok
akan mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun
anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada
anak-anaknya.
Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan
waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan,
istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada
rapat.
Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat
istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu",
istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba
menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia
baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi
dengannya.Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya
masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa
lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.
Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang
menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula
disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70.
Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand,dan
negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar
biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal,
hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya.Dia kini merasa
sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata
kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." Kemudian
perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan
airmata dipipinya.

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah
berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda
ternyata telah maju terlalu jauh.

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu
untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin
bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dan cinta dia, jangan tunggu
sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan
memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.

Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan pergi
begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.

Jangan tunda kirim email ini ke sahabat-sahabat anda..... Atau.... masih
ada hari esok......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar